Kotak Pencarian

Sambutan Kepala BKPP


Drs. H.ARTAHNAN, MM

Selamat Datang di Layanan Informasi Kepegawaian Pemerintah Kota... Selengkapnya

Web Link

Sekilas Info

Kalender

April 2018
MSSR KJS
1234567
891011121314
15161718192021
222324 25262728
2930     

Statistik User

Pengunjung hari ini:100
Total pengunjung:7910
Hits hari ini:296
Total Hits:493719
Pengunjung Online:1

Poling

Bagaimana menurut anda dengan tampilan website ini?
Sangat Baik
Baik
Lumayan
Buruk

Lihat Hasil Poling
IJIN DAN CUTI PNS
Silahkan Kembali Ke menu Layanan
 

IJIN CUTI PNS

DASAR HUKUM :
  1.  Undang - undang No. 8 Tahun 1974 Jo. UU No. 43 Tahun 1999
  2.  PP No. 24 Tahun 1976..
  3.  Surat Edaran BAKN No.01/SE/1977

CUTI TAHUNAN
  1.  PNS yang bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun secara terus
       menerus.
  2.  Lamanya cuti 12 (dua belas) hari.
  3.  Cuti tahunan yang tidak diambil dalam tahun yang bersangkutan, dapat
       diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18 hari termasuk
       dalam tahun yang berjalan.

  4.  Cuti tahunan yang tidak diambil lebih dari 2 (dua) tahun berturut-turut,
       dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24 (dua puluh
       empat) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang
       berjalan.
  5.  Mengajukan permohonan secara tertulis kepada pejabat berwenang
       memberikan cuti.
  6.  Pengajuan permohonan cuti tahunan untuk di proses surat keterangan
       cutinya oleh pejabat yang berwenang paling lambat 10 hari sebelum
       cuti.
  7.  Surat pengantar unit kerja / SKPD.
Catatan :
* Untuk cuti tahunan diberikan setelah dikurangi cuti bersama tahun
 Berjalan, sesuai edaran berdasarkan dengan hari libur dan cuti bersama.
 Guru dapat mengambil hak libur pada saat libur sekolah (PP No. 24 tahun
 1976 pasa 8 yang berbunyi PNS yang menjadi guru pada sekolah dan
 Dosen  pada perguruan tinggi yang mendapat liburan menurut peraturan
Perundang-undangan yang berlaku, tidak berhak atas cuti tahunan).

CUTI BESAR
  1.  PNS yang bekerja sekurang-kurangnya 6 tahun secara terus menerus.
  2.  Lamanya cuti paling lama 3 (tiga) bulan.
  3.  Mengajukan permohonan secara tertulis kepada pejabat yang
       berwenang.
  4.  Mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang memberikan
       cuti melalui atasan langsung.
  5.  Pengajuan permohonan cuti besar untuk diproses oleh pejabat yang
       berwenang paling lambat 20 hari sebelum tanggal mulai cuti.
  6.  Surat pengantar dari unit kerja / SKPD.

CUTI SAKIT
  1.  PNS yang sakit 2 - 14 hari berhak cuit sakit dengan mengajukan
       permohonan secara tertulis dengan melampirkan surat keterangan dokter
       (yang ditunjuk pemerintah).
  2.  PNS yang sakit lebih dari 14 hari harus mengajukan permohonan secara
       tertulis kepada Pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan
       melampikan surat keterangan dokter yang ditunjuk oleh menteri
       kesehatan yang menyatakan tentang perlunya diberikan cuti, lamanya
       cuti dan keternaan lain yang dipandang perlu.
  3.  Lamanya cuti 1 (satu) tahun, dapat ditambah paling lama 6 (enam) bulan
       apabila dipandang perlu berdasarkan surat keterangan dokter yang
       ditunjuk menteri kesehatan.
  4.  PNS wanita yang mengalami keguguran kandungan mendapat cuti paling
       lama 1,5 (satu setengah) bulan dengan mengajukan permintaan secara
       tertulis kepada Pejabat yang berwenang memeberikan cuti dengan
       melampirkan surat keterangan dokter atau bidan.
  5.  PNS yang mengalami kecelakaan dalam dan oelh karena menjalankan
       tugas mendapatakan cuti sakit sampai sembuh dari penyakit.

CUTI BERSALIN
  1.  PNS wanita berhak atas cuti persalinan untuk anak yang pertama, kedua
       dan ketiga.
  2.  Lama cuti: 1 (satu) bulan sebelum dan 2 (dua) bulan sesudah  
       persalinan 
  3.  Mengajukan permohonan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang
       memberikan cuti melalui atasan langsung dengan melampirkan perkiraan
       kehamilan dari dokter/bidan.
  4.  Surat pengantar dari Dinas/Unit kerja.

CUTI KARENA ALASAN PENTING
  1.  PNS berhak atas cuti karena alasan penting.
  2.  Lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh pejabat yang
       berwenang memberikan cuti untuk paling lama 2 (dua) bulan.
  3.  Mengajukan permohonan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang
       memberikan cuti melalui atasan langsung dan diberikan secara tertulis
       oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti.
  4.  Surat pengantar dari Dinas/Unit kerja.

CUTI DI LUAR TANGGUNGAN NEGARA

  1.  PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun secara terus
       menerus karena alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak dapat
       diberikan cuti di luar tanggungan negara.
  2.  Cuti di luat tanggungan negara dapat diberikan paling lama 3
       (tiga) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) tahun.
  3.  Mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang
       memberikan cuti disertai dengan alasan-alasannya.
  4.  Cuti di luar tanggugan negara hanya dapat diberikan dengan surat
       keputusan pejabat yang berwenang memberikan cuti setelah mendapat
       persetujuan dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN).
  5.  Pengusulan permohonan cuti diluar tanggungan negara untuk di proses
       oleh pejabat yang berwenang paling lambat 3 bulan sebelum tanggal cuti.
  6.  Surat pengantar dari Dinas/Unit Kerja.
Catatan :
 * Selama menjalankan cuti masa kerja tidak diperhitungkan.
 * Selama menjalankan cuti tidak mendapatkan gaji dan penghasilan dan
    lainnya.
 * Pegawai Negeri Sipil yang tidak melaporkan diri kembali kepada instansi
    induknya setelah habis masa menjalankan cuti di luar tanggungan negara
    diberhentikan dengan hormat sebagi PNS.